Relawan dari pasangan CAKADA kota Gunungsitoli dari jalur perseorangan Berkat-Fatolosa atau dengan sebutan Relawan TOLA mendatangi kantor Panwaslu Kota Gunungsitoli di Jln. Baluse, No. 4 Gunungsitoli. (26/06/15). Adapun tujuan dari kedatangan relawan TOLA yaitu melakukan audiensi dengan pihak Panwaslu Kota Gunungsitoli terkait Laporan gugatan relawan TOLA yang merasa telah dijolimi oleh KPU Kota Gunungsitoli yang diduga dengan sengaja menggagalkan pasangan calon perseorangan. Baca : http://www.bara-nias.com/2015/06/kpu-kota-gunungsitoli-diduga-sengaja.html baca juga : http://niashariini.com/berita/diduga-kpu-kota-gunungsitoli-gagalkan-calon-perseorangan/ .
Terkesan buruk karena saat menyampaikan argument tidak berterima dengan keputusan Panwaslu Kota Gunungsitoli, Ofredy Harefa, M.Si., selaku ketua Panwaslu Kota Gunungsitoli menanggapi dengan emosi dan memukul meja. Perlakuan ketua panwaslu tersebut dinilai tidak beretika dan tidak professional. Suasana sedikit ricuh selama 10 menit antara relawan TOLA dengan ketua Panwaslu Kota Gunungsitoli, Ofredy Harefa.
Kericuhan ini diawali saat salah seorang dari relawan TOLA atas nama Verianto Telaumbanua mempertanyakan kepada Panwaslu Kota Gunungsitoli tentang kelanjutan gugatan dari paslon walikota-dan wakil walikota Gunungsitoli, (Pdt. Berkat Kurniawan Laoli dan Fatolosa Hulu, SE. MM). “apakah Panwaslu Gunungsitoli telah menyurati KPU kota Gunungsitoli terkait dengan gugatan Paslon relawan TOLA?” ujar Verianto Telaumbanua kepada Panwaslu Kota Gunungsitoli. Pertanyaan ini kemudian ditanggapi dengan emosi dan sambil memukul meja dihadapan para relawan TOLA, masyarakat dan awak media oleh ketua Panwaslu Gunungsitoli, Ofredy Harefa M.Si.Ketua Koordinator Relawan TOLA, Imansius Telaumbanua Suasana tersebut akhirnya mengambil sikap untuk meredahkan suasana yang sedang memanas itu akibat dari emosional ketua Panwaslu Gunungsitoli, Ofredy Harefa yang tidak kurang terkendali itu dan mengajak masyarakat da relawan TOLA untuk memukul meja.
